Pages

Friday, January 14, 2011

Menjiwa dengan Pasien

Siklus ini unik. Setiap ada laporan kasus, bagian paling menarik untuk dibaca adalah bagian autoanamnesa dengan pasien. Ini adalah salah satu autoanamnesa yang paling menarik selama aku disini. Check it out...!

*nama bukan nama sebenarnya

PERTANYAAN

JAWABAN

Selamat siang Uda, siapa namanya?

Ryan, Ilham, Chaidir

Ryan, Ilham, dan Chaidir?

Tidak ada dan. Saya tidak suka

Ok, Ryan bagaimana keadaannya sekarang?

Begini sekarang. Tembil.

Apa itu tembil?

Suatu bentuk yang saya bentuk, itulah tembil.

Udah makan? Makan berapa kali?

Sudah. 2 kali

Bisa tidur semalam?

Bisa. Enak saya tidur dengan halusinasi.

Apa itu halusinasi?

Sebuah formasi

Ryan pernah lihat bayang-bayang?

Pernah

Apa itu?

Lia Eden, dia pengikutku. Dia tidak sesat tapi yang ikut bisa sesat.

Dimana Ryan lihat?

Tadi masih lihat. Dia di ruang sebelah sini. Dia di penjara

Dia bicara apa ke Ryan?

Dia suruh aku keluarkan dia

Dia harum tidak?

Gak, dia adalah tidak nyata tapi suatu yang wangi

Pernah dia memegang Ryan?

Tidak

Sejak kapan Ryan lihat Lia Eden itu sambil bicara pada Ryan?

Sudah 1 tahun

Ryan asli mana?

Lubuk

Lubuk mana? Lubuk Alung?

Tidak ada alung. Alung sudah pergi. Pergi dengan cinta. Cinta adalah sebuah bentuk, pemahaman, suatu formasi yang dibentuk.

Ryan senang disini?

Gak, saya butuh kesini tapi tidak senang kesini

Kenapa butuh kesini?

Karena ada yang rindu

Siapa itu?

Pak Hotman, dia itu ayah saya

Ryan pernah dengar orang-orang memburukkan Ryan?

Iya, mereka mengatakannya, tapi ku tidak percaya begitu saja

Siapa saja yang bilang?

Ramai orang bilang

Ryan tahu sekarang dimana?

Tau, ini rumah sakit dan aku yang mengganti nama rumah sakit ini menjadi HB Saanin

Kemarin dengan siapa kesini?

Sama uni Suhaida

Sudah berapa lama Ryan disini?

Sudah lama, sejak bulan November

Menurut Ryan sekarang siang atau malam?

Siang, suatu bentuk dari fatamor dan jadilah siang hari

Ryan pantas tidak berada disini?

Gak, aku tidak gila. Keluargaku janji aku hanya akan disiniselama 23 hari. Ini sudah bulan Januari. Sudah lebih 1 bulan aku disini.Sudah lebih dari 23 hari

Kalau pulang nanti Ryan mau ngapain?

Aku mau fokus ke Sugai Tarap saja. Ibuku bilang aku akan dikasih modal buat mini market. Aku mau di tempat hitung-hitung uang. Aku lupa apa namanya ya?

Kasir?

Iya, itu dia, Nanti kan tet, tet, tet, nanti keluar uangnya.

Ryan di rumah sama siapa aja?

Ibu, kakak 2.

Di rumah ada si Ferdian. Dia suruh ibuku menyembunyikan harta adahal aku minta motor ninja tapi gara-gara dia ibu menyembunyikan hartanya dan pura-pura miskin.

Oy benci dengan Ferdian?

Tidak, kenapa harus benci? Aku punya ilmu putih. Ferdian tidak. Ferdian ingin mengambilnya dari aku.

Ilmu putih itu apa?

Ilmu Muhammad. Aku adalah Muhammad. Sebenarnya aku tidak suka Muhammad selalu dipuji-puji karena aku lah yang melakukan kebaikannya.

Ryan pernah pakai ganja?

Pernah

Kapan?

Dari kelas 2 SMP

Terakhir?

Tahun kemarin. Aku sudah tidak mau pakai lagi. Aku sudah merasakan merana pakai ganja.

Merana bagaimana?

Aku berdosa pada Ibu karena pakai ganja.

Oh begitu. Baiklah Ryan, sudah sore, besok-besok kita sambung lagi. Ryan sudah mandi belum?

Hahaha, tidaklah, saya tidak suka mandi. Mandi supaya tidak bau. Saya kan tidak bau. Untuk apa saya mandi. Saya mandi 2 minggu lagi saja.

Sunday, January 2, 2011

nothing

f I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong

Our dreams are young
And we both know they'll take us
Where we want to go

Hold me now
Touch me now
I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love

Friday, November 12, 2010

Aku Makin Seperti Mama? #1

Dari dulu Mama selalu hobi mengoleksi barang-barang mungil. Apakah itu guci,peralatan masak, dll.. padahal, barang-barang itu g bisa dipake juga... :)
cuma koleksi, kata beliau.. kalau Mama ke luar kota..Mama suka bertandang ke pasar-pasar tradisionalnya, bahkan ke pasar-pasar barang second. Disana biasanya ia menemukan barang-barang itu.
Dulu aku cuma geleg-geleng lihat kebiasaan Mama yang satu itu..
eh..sekarang...
hobi kami jadi sama
aku juga jadi suka lihat barang-barang sejenis itu..karena belum punya uang, aku baru sebatas 'suka lihat'..belum bisa beli-beli..Kalau Mama beli barang-barang itu, g ada lag protes-protes keluar dari mulutku..

Sekarang, kalau ke supermarket atau ke pusat perbelanjaan mana aja, pojok rak-rak yang aku suka adalah rak-rak tempat barang-barang dapur.. Jadi suka lihat panci, penggorengan,,mangkuk-mangkuk lucu..mug-mug unik, sendok, dll....menarik b(^_^)d

Monday, October 25, 2010

Tidak Ada Rasa=An-Estesi?

tertanggal 27 September 2010, aku kembali ke kehidupan normalku yang menggiriskan setelah libur panjang (yang tidak benar-benar libur, karena harus ikut KKN) selama 3 bulan.

Koas--koeh--dokter muda

welcome back!!

nggak tanggung-tanggung, setelah tubuh ini agak terbiasa dengan kebebasan tanpa keterikatan, aku ditempatkan di siklus anestesi. Penempatannya memang jadi aneh. Karena, kalau ikut alur yang seharusnya (kayak emang ada alur siklus resminya aja), setelah siklus bedah kemarin aku akan masuk siklus PH (public health) atau Mata. Yah, bukan berarti aku mau santai-santai atau apa, tapi paling nggak di dua siklus itu nggak ada dinasnya. Juga, aku kan mau ikut Antibiotic 6....huhuhu

Hari pertama, kami sudah berkumpul di lantai 3 Instalasi Bedah Sentral pukul 07.30. Hmmm...harusnya pengalaman 2 siklus sebelumnya sedikit mengajarkanku..bahwa hari pertama ini nggak ngapa-ngapain, cuma nunggu sampaai kira-kira jam 11-an. Tapi tak pa-pa lah. Itung-itung kumpul-kumpul sama teman-teman karena udah lama nggak ketemu. Cerita kami sudah melebar kemana-mana, tapi masiiih belum juga. Trus, nggak lama kemudian, ada kabar bahwa kami yang ber-40 di siklus kecil ini nggak diterima semuanya. Harus ada yang cuti dulu, dan caranya dengan lotting nama. Teman-teman pada nggak mau cuti, alasan mereka "bilo ka tamat lai..",,,atau "ndak nio do, ambo alah gaek".....atau, "ndak do, siklus patamo ambo alah maulang pulo"

Aku waktu itu...deEp inSiDe My hEArt....mau aja cuti. Selain mood buat koas yang belum balik, aku juga mau fokus ke Antibiotic, dan mau hadir. Tapi ternyata, kabarnya ada perundingan antar konsulen-konsulen di dalam sana, dan akhirnya setuju menerima kami semua. Hufft...bagaimanapun, alhamdulillah....

Ada orientasi dulu. Kami dibekali apa-apa aja yang harus dilakuin di anestesi, ada pembagian baju anestesi dengan jaminan uang 100 ribu rupiah, trus juga pembagian log book. Aku rencananya waktu itu nggak ngambil baju anestesi itu, cuma mau pakai baju OK yang merah, karena dibilang si Ibuk yang ngurusin baju, bajunya itu nggak cukup buat 40 orang. Tapi pas di akhir, aku lihat baju-bajunya berlebih. Aku lihat, ukurannya XXL..gede banget! mau ah... dan akhirnya aku ambil... :)

kelompok pun dibagi. Aku dapat jadwal dinas pertama hari Rabu. Namun waktu itu, seorang temanku, Resti, yang dijadwalkan dinas hari Senin itu, punya sebuah agenda syar'i yang harus dihadiri. Jadilah aku menggantikannya... lagi-lagi aku dinas di hari pertama...ckckckck

Dinas pertama, dapat di OK IGD. Asli, MELELAHKAN! ampun.... bakat 'pembawa pasien' ku masih kuat...huh huh

hmm...hijab
pertama, hijab diri
hari pertama dinas itu, aku masih memakai kaus kaki, dan jilbab yang dalam (plus yang tadi, baju OK yang super gede). Trus pas mau subuhnya, seorang Ibu perawat, yang jilbabnya juga terjulur, mengingatkan. Kata beliau, di OK Sentral jangan pake kayak gitu, ntar dipermasalahin beberapa konsulen yang sensitif terhadap masalah itu..
hmm..baiklah Bu..saya mengerti. Saya sudah banyak mendengar setiap masuk OK sewaktu di THT dan Bedah.

Besoknya, 2 orang temanku, Rani dan Resti,memakai jilbab yang sangat dalam ke OK Sentral. Juga kaus kaki. Aku? aku memakai jilbab yang dari kampus, masih bisa kuusahakan menutup dada.
Trus, nggak lama, ada perawat yang ngomong sama Rani
"itu jilbabnya bawa dari luar ya? kok nggak jilbab OK yang dipakai?" (jilbabnya warna ungu kok..sama dengan warna bajunya..tapi ada hiasan kancing-kancing gitu..dan itu nggak diperbolehkan.
"Maaf Uni, baru jilbab ini yang ada..bajunya baru dapat kemarin.."
"nggak boleh ya, kayak gitu.. kan kamu bisa pakai topi.."
????!!??!!

Habis itu, ada juga seorang Uda, residen THT yang menasihatinya. Aku dengar waktu itu. Aku tau, Uda itu seorangg yang bagus agamanya (insyaAllah). Kata beliau, jangan pakai kayak gitu lagi..dulu masalah ini sempat meledak,dan beberapa konsulen marah-marah. Sekarang sudah mereda, jangan sampai masalah jilbab itu muncul lagi..

Aku ngomong sama Rani..lebih baik dia di ruang ganti aja sampai selesai, mumpung dia nggak ada OK. Dia setuju, sekalian mau nyelesaiin laporan KKN katanya. Dan besoknya, aku diceritain Rani bahwa dia ketemu Ni Fit, residen THT, dan dia cerita soal itu. Uni cuma tersenyum, bilang "kita turuti aja sekarang dulu. Uni dulu awalnya juga bersikeras, sampai-sampai Uni disidang. Paling nggak sekarang udah lebih baik"

hmm...masih minoritas.
Mudah-mudahan, suatu hari nanti dibolehkan


kedua, hijab lawan jenis
dinas berarti 24 jam bersama tim dinas. Ada cowok ada cewek. Beruntung kalau dapat tim yang cewek semua. Kalau nggak, siap-siaplah untuk 'berbaur' sangat 'akrab'. Tidur di 'gua hira' anestesi, digabung aja cowok-ceweknya. Mungkin karena udah kecapean banget, nggak dipikirin lagi hal-hal lainnya. Cuma, aku merasa siklus ini agak beda, agak lebih baik. Dulu, waktu aku di bedah, aku lihat anak-anak anestesinya emang tidur demppet-dempetan gitu cewek dan cowokya. Mungkin karena space yang sangat kurang..ckckck
tidur, sebisa mungkin ditupi..pake mukenah, kain sarung, atau pake baju dinas


anestesi dibilang nggak ada rasa kayaknya nggak tepat juga.
ada banyak rasa disini
ngantuk berat setiap habis dinas
sedih sewaktu dihukum dinas 2 hari berturut-turut
deg-degan setiap mau lapor preop ke konsulen
haru melihat gigihnya Ayah pasien ICU bolak-balik ngambil obat
senang sewaktu berhasil melakukan intubasi pertama ke pasien
sesak dan nggak bisa nahan tangis waktu ada pasien yang udah dirawat seminggu dengan ventilator akhirnya meninggal
sebel waktu didesak-desak residen bedah
kaget sewaktu keluar hasil lotting nama pengujiku


dan sekarang, Senin, 25 Oktober 2010, pukul 04.08 di ICU, aku masih dinas di ICU. Cuma ada 2 pasien, dan dua-duanya stabil. Semoga mereka sembuh.
Nanti pagi aku melanjutkan ke Interne. Jilbab putihku udah kusiapkan. Semoga aku nggak balik lagi ke anestesi ini sebagai koas--koeh--atau dokter muda. Kalau waktu udah jadi dokter, boleh lah kesini lagi... ^_^

bismillah, my next destination is waiting for me