Pages

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, January 30, 2010

Yah, Semoga


komitmen itu bukan tanpa alasan
terdengar aneh, dan tak diterima sebagian orang
tapi sungguh aku ingin menjaga diri
bahkan seharusnya lebih lagi
namun kini baru sebatas ini

komitmen itu bukan tanpa alasan
entah mereka tahu terkadang berat menjalankannya
tetap masih ingin berceritera lebih banyak
tapi seharusnya 'ceritera' itu pun tak ada
apalagi canda tawa
yang disadari atau tidak, sebagian besar merasuk dalam di dasar jiwa

komitmen itu bukan tanpa alasan
karena aku tak inginkan yang biasa
aku percaya Firman Allah dalam An Nur 26
semua akan ada balasannya
suatu hari di ujung jalan

komitmen itu bukan tanpa alasan
heran kenapa aku dulu terjerumus ke lingkungan ini
padahal mereka yang di luar sana bahagia
bahagia..apa benar begitu?
namun kuyakini aku kan lebih bahagia
bahagia yang lebih besar karena berhasil melewati jalan terjal
bukan jalan datar yang membosankan

komitmen itu bukan tanpa alasan
sungguh aku adalah makhluk yang sangat mudah cemburu
dan terluka
melihat kedekatan dan kecairannya dengan sesiapa
namun kembali kuyakinkan hati ini
akan ada saatnya nanti
masih banyak kemungkinan lain


dan saat kuyakini komitmen ini tak ada yang salah padanya, akan kugenggam
dan nanti akan kulepas di saat pembuktian, dan merasa komitmen itu tak perlu kujalankan lagi

insyaAllah




Thursday, October 22, 2009

Di Hari Lain

*sebuah puisi di masa SMA, ditulis oleh seorang teman untuk seseorang...sekarang buat di post aja..klo penulisnya baca, mhn maaf ya....^^
Di Hari Lain

Kuingin dengar semua gelak tawanya
Penuhi ruang-ruang kosong ini
Akankah mungkin menggetarkan segenap tiang-tiang yang kini kering berdebu
Tetap di antara tiup belaian angin pagi
Aku sendiri berada menatap cumulus ber riak mengambang luas
Akankah mungkin hari itu tuk dia kenang?
Ingin ku bertanya tuk dengar sendiri jawaban darinya
Satu di kemudian hari
Kini sekiranya tengah tercium olehku wangi tanah yang akan ia pijaki
Entah itu jauh...,ataukah teramat jauh...
Aku tak tahu! dan terus bercerita padamu awanku....
Biarkan aku berlari,
Mencoba percaya kita akan masih berada di bawah langit yang sama
Yang semoga buat ku merasa dekat
Sejenak kutersadar, cumulus beranjak pergi di langit senja berarak
Pastilah orang yang tengah mengejar impiannya
Kini berganti sekelompok kecil awan kelabu di atasku
Akankah turun hujan?
Jika benar,
Hingga hari itu tiba, tak apa aku basah oleh air dingin mu