Tuesday, February 14, 2012
Gelar Itu Resmi Sudah.... :)
Sunday, March 20, 2011
Facts: Banyak Ikhwah Tidak Disenangi dalam Pergaulan?
Nah, saya juga sependapat dengan argumen-argumen yang mengatakan, itu oknum, jangan digeneralisasi! atau memangnya kenapa? toh, mereka bukan malaikat, pasti ada salah juga..
Tapi, tolong lah..penampilanmu tetap berbeda dibandingkan orang-orang lain itu (terutama untuk para akhwat). Saat orang-orang melihatmu, akan segera tergambar atau 'terharap' dalam hati bahwa kamu seharusnya begini, seharusnya begitu.
Namun sekarang, saya tidak berlebihan bila menyebutkan, bahwa imej yang tergambar dalam pikiran banyak orang saat pertama melihatmu adalah 'orang-orang seperti ini menyebalkan'. mungkin ini akibat orang-orag sebelum kamu yang berbuat hal tidak mengenakkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi, bagaimana tidak,,senyum tidak, bicara ketus, menyuruh-nyuruh dengan bossy.. Memang, hal ini banyak juga dilakukan oleh orang lain..tapi amanah yang kamu pikul lebih besar daripada mereka.. kamu harus mempertanggungjawabkan setiap kata-kata ataupun perbuatan yang kamu lakukan terhadap apa yang dipikirkan orang tentangmu.
Saya punya cerita, dulu..
teman-teman saya punya gelar untuk seseorang yang 'berpenampilan akhwat' di tempat kami. Mereka menyebutnya nenek lampir. Saya heran, bagaimana bisa sampai seperti itu. Saya bertanya, memangnya kenapa? Lalu mereka menceritakan pengalaman apa yang mereka alami bersama sang akhwat.
Waktu itu mereka melaporkan tentang sesuatu (maaf, lebih baik disamarkan). Mereka mungkin melakukan kesalahan (wajarlah, kami disana memang untuk belajar, kalau tidak berbuat salah dan sudah pintar, buat apa lagi kami disana?) Lalu, si akhwat tadi mengomentari dengan kata-kata yang sangat tidak pantas dikeluarkannya. "masak lebih panjang tangan dari kaki, emangnya dia anak monyet?" dan kata 'anak monyet' itu diucapkannya berkali-kali dengan maksud mengejek kesalahan yang diperbuat teman saya. Saya, sebisa mungkin dimanapun, kapanpun, jika saya bisa akan berusaha menjaga nama baik ikhwah. Namun, saat itu jujur saya tidak tahu harus berkata apa.
Belum lagi yang saya alami sendiri. Dicuekin sewaktu senyum kepada seorang senior akhwat, padahal saya haqqul yakin beliau melihat saya. Yah, mungkin beliau sedang banyak masalah, pikirannya sedang menerawang kemana-mana. Lalu ada lagi, senior lagi, ikhwan, beliau mengadukan kesalahan yang diperbuat juniornya kepada ketuanya, padahal si senior itu tahu bahwa hal itu bisa sangat megancam kelulusan juniornya itu. Menurut saya, apa salahnya ia bilang secara baik-baik ke juniornya itu? Ia ingatkan dulu, kalau masih bandel baru dilaporkan.. Dan belakangan saya tahu, bahwa si junior itu sedang sakit, makanya terhambat melaksanakan tugasnya dengan baik, bukan dia nya yang malas..nah kan...!
Dulu, sewaktu akan masuk dunia klinik..saya banyak mendapat cerita dari senior-senior akhwat tentang beratnya mencuri-curi waktu untuk Liqo' saat di per-koas-an. Dan banyak yang menceritakan, dengan bangga, bahwa mereka terkadang harus menghilang saat jam dinas untuk memenuhi agenda wajib itu.
Hmm...tejadi pertentangan dalam hati saya. Saya kurang suka, jujur..entah iman di hati yang sedang pudar sehingga berpikiran seperti itu, atau entah kenapa.
Saya pernah mencobanya dulu. Dan apa yang saya rasakan? Sangat sangat tidak tenang. Saya adalah tipe orang yang takut sekali meninggalkan dinas, meski untuk agenda syar'i seperti itu. Saya titip pesan kepada seorang teman yang 'mengerti', lalu pergi. Memang waktu itu sedang tidak ada pasien, tapi tetap saja... Saat sekitar 1 jam kemudian saya kembali, saya rasakan pandangan teman-teman yang setim dinas dengan saya itu agak berbeda. Saya yakin itu bukan hanya perasaan saya saja.
Saya menemukan Kakak yang ternyata sependapat dengan saya. Dia tidak setuju tentang Liqo' di jam dinas. Ia pernah dinas bersama seorang teman akhwat lainnya, dan total koas yang dinas saat itu ada berempat. Temannya yang akhwat itu berbisik padanya, mengatakan bahwa ia mau pergi sebentar, buat Liqo'. Lalu dia menjawab, "kamu bisa jaga hati aku, tapi apa kamu bisa menjaga hati 2 orang teman kita itu?"
Ya,Kakak itu benar. Apa kita bisa menjamin bahwa orangg tidak akan berpikiran buruk tentang kita sedangkan mereka tidak paham?
Banyak lagi aku dengar si A pato, si B pato, karena mereka sering menghilang saat dinas. Mereka meghilang memang karena alasan syar'i, mereka tidak melalaikan tanggung jawab mereka, tapi apa orang lain tahu? apa orang lain bisa diberi tahu?
Banyak yang juga suka menghilang saat dinas tapi dianggap biasa aja oleh orang-orang.. Yah, biarlah itu urusan mereka.. kembali lagi, kamu mengemban tanggung jawab lebih dari orang-orang itu.
Banyak sekali aku mendengar hal lainnya. Apakah dalam bertutur kata, dalam menjalankan prinsipnya 'yang penting yang saya lakukan benar' dan dia tidak mempedulikan cara yang ia pilih dan bagaimana pandangan orang terhadapnya, dalam belajar, dalam ujian, dalam diskusi, dan lain-lain..
mungkin termasuk saya. Mungkin di luar sana juga ada segerombolan orang, atau bergerombol-gerombol orang yang sedang membicarakan ketidaksukaan mereka terhadap saya. Wallahualam..
Apa akibatnya?
Mungkin, lama kelamaan kita akan semakin susah diterima orang. Dibilang munafik? jangan heran..
Lalu, kapan akan berdakwah? sedangkan mengusahakan penerimaan diri saja tidak bisa? Bagaimana akan mengusahakan penerimaan kebaika-kebaikan yang ingin disampaikan?
Bahkan, ada yang rela mengubah penampilannya dari yang dulunya sangat berhijab menjadi agak 'melebur' demi berharap penerimaan di kalangan umum. Jangan salahkan ia, namun jangan juga benarkan.
Mari kita introspeksi..Perbaikan apa yang bisa kita lakukan untuk semua ini..
Dunia ini keras kawan...jangan berharap lingkungan kita bisa 'dikondisikan' menjadi optimal seperti kita kecil dulu, atau seperti kita di kampus dulu...
Saturday, February 19, 2011
Megenal Dunia Klinik
4 siklus besar itu adalah: Pediatri (anak), Bedah, Interne (Ilmu Penyakit Dalam), dan Obgyn (Kebidanan). Sedangkan 9 siklus lagi adalah anestesi, forensik, radiologi, PH (public health), mata, THT, Kulit, Jiwa, dan Neurologi.
Kalau dulu (dengar-dengar dari orang dulu), kita wajib mengikuti 4 siklus besar dulu baru kemudian memasuki siklus kecil satu per satu. Hal ini mungkin dikarenakan di siklus besar itu cakupan ilmunya sangat-sangat luas..hampir mencakup seluruh sistem. Sehingga nanti saat sudah memasuki siklus kecil (yang lebih spesifik), kita tidak akan canggung lagi karena paling tidak sudah mengerti sistem-sistem lainnya.
Nah, sekarang,...berhubung mahasiswa kedokteran SANGAT banyak...sistem pun tidak dibuat seperti itu lagi. Kita bisa memulai dunia klinik di siklus mana saja. Sebagai akibatnya, kita seperti selalu 'dituntut' untuk hal-hal yang bukan kesalahan kita. Seperti saat teman saya masuk pertama kali di neurologi, para konsulennya menanyakan siapa-siapa saja yang belum melewati siklus interne. Yah, jelas lah mereka belum. Dan saat itu beredar bahwa teman-temanku terancam akan memasuki siklus neuroLagi. huh....padahal kan bukan salah mereka....
Kita juga mengenal sisiak..
Apa itu sisiak? Sisiak is, sesuatu yang abstrak, yang kasat mata, merasuki jiwa seseorang dan akan menjadi hal paling dominan yang akan mempengaruhi nasibnya di dunia perkoasan.
Ada orang-orang yang bersisiak tebal, berskuama kasar...seberapapun rajinnya ia, sefisiologis apapun ia..kita akan kasihan melihatnya.
Ada juga orang-orang yang memang ditakdirkan bersisiak emas. Kita akan menggeleng-gelengkan keppala melihat betapa beruntungnya ia.
Dan, ada juga orang yang tergolong taksonomi tingkat tinggi. Ia memiliki vertebrae. Mungkin ia anak konsulen, sehingga ia akan diperhatikan semua residen maupun perawat. Tak perlu berjuangpun,nasibnya sudah tergambar. Mungkin juga ia kenal baik dengan konsulennya, residennya,dll.. sehingga akan banyak kemudahan-kemudahan yang ia dapatkan.
Banyak istilah-istilah yang beredar....tapi saya tidak terlalu gaul, jadi gak terlalu mengenal.....
Kapan-kapan disambung ya...karena saya sekarang lagi dinas di anak....siklus besar terberat nih kabarnya....
to be continued in Mengenal Dunia Klinik part 2
Monday, October 25, 2010
Tidak Ada Rasa=An-Estesi?
Koas--koeh--dokter muda
welcome back!!
nggak tanggung-tanggung, setelah tubuh ini agak terbiasa dengan kebebasan tanpa keterikatan, aku ditempatkan di siklus anestesi. Penempatannya memang jadi aneh. Karena, kalau ikut alur yang seharusnya (kayak emang ada alur siklus resminya aja), setelah siklus bedah kemarin aku akan masuk siklus PH (public health) atau Mata. Yah, bukan berarti aku mau santai-santai atau apa, tapi paling nggak di dua siklus itu nggak ada dinasnya. Juga, aku kan mau ikut Antibiotic 6....huhuhu
Hari pertama, kami sudah berkumpul di lantai 3 Instalasi Bedah Sentral pukul 07.30. Hmmm...harusnya pengalaman 2 siklus sebelumnya sedikit mengajarkanku..bahwa hari pertama ini nggak ngapa-ngapain, cuma nunggu sampaai kira-kira jam 11-an. Tapi tak pa-pa lah. Itung-itung kumpul-kumpul sama teman-teman karena udah lama nggak ketemu. Cerita kami sudah melebar kemana-mana, tapi masiiih belum juga. Trus, nggak lama kemudian, ada kabar bahwa kami yang ber-40 di siklus kecil ini nggak diterima semuanya. Harus ada yang cuti dulu, dan caranya dengan lotting nama. Teman-teman pada nggak mau cuti, alasan mereka "bilo ka tamat lai..",,,atau "ndak nio do, ambo alah gaek".....atau, "ndak do, siklus patamo ambo alah maulang pulo"
Aku waktu itu...deEp inSiDe My hEArt....mau aja cuti. Selain mood buat koas yang belum balik, aku juga mau fokus ke Antibiotic, dan mau hadir. Tapi ternyata, kabarnya ada perundingan antar konsulen-konsulen di dalam sana, dan akhirnya setuju menerima kami semua. Hufft...bagaimanapun, alhamdulillah....
Ada orientasi dulu. Kami dibekali apa-apa aja yang harus dilakuin di anestesi, ada pembagian baju anestesi dengan jaminan uang 100 ribu rupiah, trus juga pembagian log book. Aku rencananya waktu itu nggak ngambil baju anestesi itu, cuma mau pakai baju OK yang merah, karena dibilang si Ibuk yang ngurusin baju, bajunya itu nggak cukup buat 40 orang. Tapi pas di akhir, aku lihat baju-bajunya berlebih. Aku lihat, ukurannya XXL..gede banget! mau ah... dan akhirnya aku ambil... :)
kelompok pun dibagi. Aku dapat jadwal dinas pertama hari Rabu. Namun waktu itu, seorang temanku, Resti, yang dijadwalkan dinas hari Senin itu, punya sebuah agenda syar'i yang harus dihadiri. Jadilah aku menggantikannya... lagi-lagi aku dinas di hari pertama...ckckckck
Dinas pertama, dapat di OK IGD. Asli, MELELAHKAN! ampun.... bakat 'pembawa pasien' ku masih kuat...huh huh
hmm...hijab
pertama, hijab diri
hari pertama dinas itu, aku masih memakai kaus kaki, dan jilbab yang dalam (plus yang tadi, baju OK yang super gede). Trus pas mau subuhnya, seorang Ibu perawat, yang jilbabnya juga terjulur, mengingatkan. Kata beliau, di OK Sentral jangan pake kayak gitu, ntar dipermasalahin beberapa konsulen yang sensitif terhadap masalah itu..
hmm..baiklah Bu..saya mengerti. Saya sudah banyak mendengar setiap masuk OK sewaktu di THT dan Bedah.
Besoknya, 2 orang temanku, Rani dan Resti,memakai jilbab yang sangat dalam ke OK Sentral. Juga kaus kaki. Aku? aku memakai jilbab yang dari kampus, masih bisa kuusahakan menutup dada.
Trus, nggak lama, ada perawat yang ngomong sama Rani
"itu jilbabnya bawa dari luar ya? kok nggak jilbab OK yang dipakai?" (jilbabnya warna ungu kok..sama dengan warna bajunya..tapi ada hiasan kancing-kancing gitu..dan itu nggak diperbolehkan.
"Maaf Uni, baru jilbab ini yang ada..bajunya baru dapat kemarin.."
"nggak boleh ya, kayak gitu.. kan kamu bisa pakai topi.."
????!!??!!
Habis itu, ada juga seorang Uda, residen THT yang menasihatinya. Aku dengar waktu itu. Aku tau, Uda itu seorangg yang bagus agamanya (insyaAllah). Kata beliau, jangan pakai kayak gitu lagi..dulu masalah ini sempat meledak,dan beberapa konsulen marah-marah. Sekarang sudah mereda, jangan sampai masalah jilbab itu muncul lagi..
Aku ngomong sama Rani..lebih baik dia di ruang ganti aja sampai selesai, mumpung dia nggak ada OK. Dia setuju, sekalian mau nyelesaiin laporan KKN katanya. Dan besoknya, aku diceritain Rani bahwa dia ketemu Ni Fit, residen THT, dan dia cerita soal itu. Uni cuma tersenyum, bilang "kita turuti aja sekarang dulu. Uni dulu awalnya juga bersikeras, sampai-sampai Uni disidang. Paling nggak sekarang udah lebih baik"
hmm...masih minoritas.
Mudah-mudahan, suatu hari nanti dibolehkan
kedua, hijab lawan jenis
dinas berarti 24 jam bersama tim dinas. Ada cowok ada cewek. Beruntung kalau dapat tim yang cewek semua. Kalau nggak, siap-siaplah untuk 'berbaur' sangat 'akrab'. Tidur di 'gua hira' anestesi, digabung aja cowok-ceweknya. Mungkin karena udah kecapean banget, nggak dipikirin lagi hal-hal lainnya. Cuma, aku merasa siklus ini agak beda, agak lebih baik. Dulu, waktu aku di bedah, aku lihat anak-anak anestesinya emang tidur demppet-dempetan gitu cewek dan cowokya. Mungkin karena space yang sangat kurang..ckckck
tidur, sebisa mungkin ditupi..pake mukenah, kain sarung, atau pake baju dinas
anestesi dibilang nggak ada rasa kayaknya nggak tepat juga.
ada banyak rasa disini
ngantuk berat setiap habis dinas
sedih sewaktu dihukum dinas 2 hari berturut-turut
deg-degan setiap mau lapor preop ke konsulen
haru melihat gigihnya Ayah pasien ICU bolak-balik ngambil obat
senang sewaktu berhasil melakukan intubasi pertama ke pasien
sesak dan nggak bisa nahan tangis waktu ada pasien yang udah dirawat seminggu dengan ventilator akhirnya meninggal
sebel waktu didesak-desak residen bedah
kaget sewaktu keluar hasil lotting nama pengujiku
dan sekarang, Senin, 25 Oktober 2010, pukul 04.08 di ICU, aku masih dinas di ICU. Cuma ada 2 pasien, dan dua-duanya stabil. Semoga mereka sembuh.
Nanti pagi aku melanjutkan ke Interne. Jilbab putihku udah kusiapkan. Semoga aku nggak balik lagi ke anestesi ini sebagai koas--koeh--atau dokter muda. Kalau waktu udah jadi dokter, boleh lah kesini lagi... ^_^
bismillah, my next destination is waiting for me
Tuesday, July 6, 2010
Batal Menikah
Kali ini aku ingin menceritakan sebuah kisah nyata.
Sebut saja namanya N. Hari itu N masih harus berada di rumah sakit hingga malam hari karena merupakan jadwalnya untuk dinas malam. Di kesempatan dinas kali ini, ia menjadi dekat dengan seorang seniornya yang jarak angkatan mereka sangat jauh (beberapa tahun). Ia merasa cocok dengan Kakak senior itu, karena prinsip yang ia temui pada Kakak tersebut membuatnya lumayan merasa nyaman. Tetap memakai kaus kaki walau memakai sandal di waktu dinas dan jilbab yang selalu terjulur bisa jadi beberapa contoh. Mereka banyak bercerita (kebetulan pasien sore itu lagi sepi), hingga sampailah pada topik berat badan. Kakak yang sangat manis dan keibuan itu mengaku bahwa dulu ia tidaklah gemuk. Berat badannya naik drastis sejak sebuah peristiwa terjadi padanya. Hmm...apa itu? Ternyata ia pernah mengalami yang namanya "batal menikah". N pun menjadi penasaran,,kemudian mengalirlah cerita dari sang Kakak.
Beberapa tahun lalu, mungkin saat Kakak tersebut masih di preklinik, ia pernah menjalani sebuah proses ta'aruf dengan seorang ikhwan. Hingga akhirnya mereka berdua sepakat untuk menikah. Sang ikhwan (sepertinya seorang dokter), saat sudah dekat dengan waktu yang direncanakan untuk menjadi waktu melangsungkan pernikahan mereka, ternyata mendapat tawaran untuk PTT di daerah Aceh. Dan tawaran tersebut berasal dari Ibu sang Kakak yang berusaha mencarikankesempatan PTT untuknya. Ia pun menerima, dengan konsekuensi, mereka harus mengundur rencana mereka di awal.
Jadilah sang ikhwan menjalani PTT di daerah tersebut, bertahun-tahun. Selama itu, ia dan Sang Kakak tetap berhubungan. Mereka berdua yang awalnya bertekad untuk tidak pacaran, menjadi 'seperti berpacaran'. Sang Kakak terkadang juga mengirimkan makanan untuknya yang berada di negeri orang.
Waktu terus berlalu..menanti jawaban dari kisah mereka. Will it be a happy ending, or...?
Komunikasi pun berkurang. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk megakhiri hubungan mereka. Hmm...
Tak lama, terdengarlah berita bahwa sang ikhwan akan menikah. Entahlah itu dengan siapa.
Bagaimana dengan si Kakak?
Yap, ia masih disini. Mungkin kompensasi, atau apalah namanya, hal itu memicunya untuk banyak makan ataupun ngemil, sehingga beratnya menjadi bertambah lebih kurang 10kg.
Hufftt......
Hari pun semakin gelap. Sudah wajar sepertinya bagi yang dinas untuk bergantian minta izin pergi makan. Sang Kakak mengajak N untuk pergi makan bareng.
"makan dimana Kak?" tanya N
"belum tahu, kita lihat aja ntar... Kita dijemput." Kata Kakak nya
N setuju. Sambil menunggu jemputan, mereka pun masih sempat mengerjakan keperluan pasien IGD yang tiba-tiba menjadi banyak. Tak lama setelah itu,
"N, jemputannya udah datang, yuk..."
Mereka pun menyelinap dari pandangan para residen yang sedang sibuk untuk pergi makan.
Di luar IGD, sudah menunggu sebuah mobil avanza berwarna silver. Sang Kakak naik di bangku depan, dan N naik di bangku tengah.
Siapa yang menjemput itu?
Hmm...bisa dibilang 'hampir' menjadi pacar sang Kakak.
Mereka pergi makan di tempat yang agak jauh (dasar pato). Di tempat makan, sang Kakak dan si cowok itu duduk bersebelahan, dan N duduk di hadapan mereka, menjadi pengusir nyamuk yang hendak mendekat.
"Kak,,bukannya bertekad nggak pacaran????"
Wednesday, January 27, 2010
FSKI 2009, Thank You...
- sekre, bukan sekre baru sih..tapi bisa disebut pengkondisiannya yang baru. Banyak inventaris tambahan dari tahun lalu, dan terutama adalah komputer. Sekre jadi rumah kedua bagi aku dan teman-teman seperti Ayu, Silvia, Fristawan, Dian, Resti, dll.. Apalagi sejak dibukanya 'kantin kejujuran' danus di sekre. Dulu karena kuliah masih di GH dan PSIKM, hampir setiap pergantian jam kuliah atau selesai kuliah kami ke sekre. Tapi sejak kuliah di aula (pasca gempa) jadi agak jarang ke sekre
- jalan-jalan. Jadi presidium ataupun pengurus FSKI membuatku beberapa kali jalan-jalan, baik lokal, interlokal, maupun SLI,, eh bukan, lokal, antarkota, ataupun antarnegara. Aku serasa sudah dewasa karena tempat hang out aku pada hari Minggu adalah menghadiri walimah seseorang bersama presidium yang lain. Walimahnya ada yang di Padang (walimah dr. Benny Indra), Bukittinggi (Kak Yati), dan Solok (Ni Ul dan Bang Hasdi). Aku juga berkesempatan berangkat ke luar negeri untuk pertama kalinya (meski hanya ke negara jiran, Malaysia), dengan biaya yang aku dan teman-teman perjuangkan sendiri. Aku mengikuti sebuah acara kelas dunia "FIMA International Medical Student Camp" di Langkawi, Malaysia selama satu minggu. Disana aku bertemu teman-teman muslimin-muslimat dari berbagai penjuru dunia. Setelah seminggu disana, aku lalu ke Kuala Lumpur dan berliburan disana selama 5 hari, mengunjungi tempat-tempat indah dan mengasyikkan. Juga di akhir kepengurusan, ada proker KPSDM yang membawa kami jalan-jalan ke Puncak Lawang, Bayur, dan Pantai Tiku. Meski dari sana aku membawa pulang oleh-oleh jari fraktur
- sepaket kue, snacks, dan roti hadiah juara 1 lomba minuman segar antar departemen dan biro FSKI dalam acara Cucumber (Kyumpul-kyumpul Bareng)-nya DIA FSKI. Waktu itu kami membuat minuman timun+sirup melon+natadeCoco+selasih. Mungkin biasa aja sepertinya. Tapi aku rasa kami menang dalam hal penyajian untuk juri. Kami memakai gelas tinggi yang pinggir gelasnya ditaburi gula pasir, dan salah satu sisinya diselipkan kurma. Hhe...untung ada kurma yang tersisa di rumah waktu itu...
- dojo MusKe' (hho..namanya belum resmi nih), yaitu Dojo Muslimah Kedokteran. Sebenarnya ini adalah club bentukan DIA FSKI untuk memfasilitasi muslimah-muslimah FK yang ingin belajar bela diri. Jadwalnya Senin, Rabu dan Sabtu di lapangan anatomi. Meski gerimis, hujan, kami tetap latihan. Senpainya lucu banget, bisa fleksibel kapan mau serius dan kapan mau bercanda. Osh Senpai!!!
- 2 buah notebook (bukan laptop loh..tp benaran notebook, buku catatan). Terhitung aku mengikuti TO Blok nya IMC sebanyak 3 kali di kepengurusan ini. TO pertama yang aku ikuti dimenangkan oleh Vira, dan aku mendapat peringkat ketiga. TO kedua yang aku ikuti adalah TO Blok 19 (Blok Indera Khusus), dan alhamdulillah aku peringkat pertama. TO ketiga yang aku ikuti sewaktu Blok 20 (Blok Kesehatan Keluarga), alhamdulillah juga peringkat pertama. Hadiahnya dua-duanya notebook yang sama. Yang pertama berwarna hijau, dan sudah aku gunakan untuk agenda harianku. Nah, waktu yang kedua, kebetulan Ayu juga peringkat pertama dalam TO Blok 14 (Blok Neuropsikiatri). Kami diberikan hadiah bersamaan. Lalu Ayu memilih salah satu, dan ternyata berwarna hijau, sedangkan yang untukku berwarna merah.. Hho..kebetulan yang bagus..kalo nggak kan punyaku jadi warna hijau dua-duanya..
- ilmu, saudara, ukhuwah. Inilah yang terpenting, tak ternilai. Begitu banyak daurah dan majelis-majelis ilmu yang disajikan FSKI. Sepanjang perjalanan ini aku bertemu orang-orang luar biasa, dengan ukhuwah yang juga indah. InsyaAllah, kita akan jaga ukhuwah ini selalu. Uhibukuma fillah ikhwatifillah...
Thursday, December 3, 2009
Masalah Najis
Sunday, November 29, 2009
HUMOR Kedokteran ( ^_^ )
Hal ini sangat membingungkan para dokter dan beberapa bahkan berpikir bahwa hal ini ada hubungannya dengan supranatural. Mengapa selalu pada hari Jumat dan pada tempat tidur yang sama? Lalu para dokter memutuskan untuk menuntaskan kasus ini dan menyelidiki penyebab dari beberapa kejadian ini...
Begitu tiba hari Jumatnya, semua orang dirumah sakit tersebut dengan tegang menunggu akankah kejadian buruk itu terulang kembali. Lalu terbaringlah pasien baru rumah sakit itu disana.
Beberapa dokter termasuk dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina yang memang sengaja diundang sudah memegang tasbih, quran, bahkan sebagian lagi memegang benda-benda suci lainnya untuk menangkal iblis...
Sementara sang pasien masih terbaring disana. Seiring waktu berputar..pukul 07:00.. 07:30..tepat sebelum waktu keramat itu tiba..Pintu kamar tersebut terbuka...
Kemudian masuklah Tukimin.. part timer cleaning service untuk hari Jumat...Ia langsung mencabut kabel alat untuk bantuan pernafasan dari stop-kontaknya lalu menggantinya dengan kabel untuk vacuum cleanernya dan mulai membersihkan ruangan...
| Program Pengurusan Badan | ||||||||||||||
Entah karena lagi heppi Oneng merasa berat badannya naik terus tak terkendali. Ketika akhirnya menjadi overweight, Oneng memutuskan pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter menganjurkannya berlari 15 km setiap hari, selama 30 hari. Kalau Oneng tekun melakukannya, beratnya akan turun sebanyak 20 kg. Oneng mentaati anjuran dokter itu. Dengan tekun dia berlari 15 km setiap hari, selama 30 hari penuh. Setelah itu dia senang sekali karena berat badannya memang turun sebanyak 20 kg. Oneng menilpun sang dokter dan mengucapkan terima kasih atas nasehatnya. "Cuma ada satu masalah Dok" "Masalah apa Mpok Oneng?' "Bagaimana cara saya pulang? Soalnya saya sudah 450 Km jauhnya dari rumah!"
sumber: dechacare.com |
Thursday, September 10, 2009
Kelompok Tutorialku

- Nessa Novarisa
- Thomas Darwin
- Heru Fajar Syaputra
- Yanne Pradwi Efendi
- Pratiwi Putri Masrul
- Irhamna Yusra
- Ridha Atifa
- Rika Desviorita
- Dian Pratama Putra
Saturday, February 28, 2009
Autis
Di acara kick andy semalam, ada seorang anak bernama Kharisma Rizky yang merupakan seorang autis. Tp orang tuanya mampu mengarahkannya dari saat dia masih kecil. Sehingga kekurangannya itu bisa disulap menjadi kelebihannya yang sangat mengagumkan.
Tapi aku juga curiga apa dia benar-benar autis atau kelainan lain, yaitu ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).. mungkin karena dia terlihat hiperaktif, terbukti dari prestasinya mencetak rekor menyanyikan 250 lagu dalam sehari...Tp entahlah..
Di tayangan itu tidak terlalu terlihat lagi ciri-ciri autisnya..ciri-ciri autis itu antara lain:
- menghindari kontak mata
- bermain secara aneh dan suka mengulang-ulang suatu kegiatan
- membeo kata/kalimat (ekolali)
- keterikatan terhadap benda-benda tertentu
- respons tidak sesuai
ada banyak lagi,, tapi mungkin yang terlihat semalam hanya dia agak melakukan gerakan lain, seperti sering melihat ke atas. Tapi dia bisa merespon Andy F. Noya dengan baik dan juga melakukan kontak mata. Tentang keterikatan pada suatu benda, seorang anak autis memang mengalaminya. Mereka memiliki daya fokus yang sangat tinggi pada suatu hal. Misalnya saja, ia sangat tertarik dengan sebuah roda sepeda, maka dia bisa duduk di sebelah roda tersebut dalam beberapa jam hanya untuk memperhatikannya. Itu juga mungkin yang terjadi pada Kharisma Rizky..otaknya bisa menghafal sedemikian rupa dan mudahnya mungkin karena kemampuannya untuk fokus itu...subhanallah...
di tayangan juga terlihat bagaimana ia di sekolah. Guru anak autis memang harus duduk mengajar berhadapan dengan muridnya, dengan kontak mata..
wallaahu'alam
Friday, February 27, 2009
profesi dokter semakin tercemar
barusan di tv sedang heboh soal praktek aborsi oleh seorang dokter....dokter RSCM lagi...
wah, aku heran, apa yang ada di pikiran dokter itu (kalau berita itu benar).. Apa dia tidak turut serta mengucapkan sumpah dokter dulu..hanya karena uang senilai 1 juta rupiah, dia mau menghabisi seseorang yang jangankan bersalah, melihat dunia ini saja belum pernah
aku cemas
apa citra dokter makin lama akan semakin burukdi mata masyarakat ya...
setelah berita itu, muncul lagi berita seseorang yang mukana seperti terbakar setelah mengkonsumsi obat yang diberikan dokter puskesmas...
mungkin juga kelalaian dokter itu,,karena mungkin beliau tidak tes sensitivitas obat dulu ke pasiennya,,sehingga pasiennya mungkin mengalami sindrom Steven Johnson
Tapi jangan sampai semua hal yang 'dianggap' kesalahan dokter itu tidak membuka mata masyarakat..
karena beberapa hari yang lalu, aku juga mendengar berita tentang seorang Ibu yang tidak bisa bangun lagi setelah di caesar oleh seorang dokter..mungkin juga itu bukan kesalahan dokternya..bisa jadi sebelum dokter itu memutuskan untuk mengoperasi Ibu itu, Ibu itu sudah mengalami eklampsi,,jadi eklampsinya itu yang menimbulkan akibat pasca-operasi itu..
wallaahu'alam
yang jelas,,masyarakat harus tetap cerdas menilai..terima penjelasan dulu..jangan sampai kita menutup mata dan akhirnya ikut terbawa pada kemusyrikan seperti percaya pada sebuah batu...
Monday, February 9, 2009
ujian PBL fk unand
sudah lama aku berpikir tentang hal ini,,apa sehat keadaan pisokologis mahasiswa yang fluktuatif seperti ini? seperti sekarang, minggu ujian, tentunya kadar kortisol ataupun hormon stres yang lain akan meningkat, lalu setelah itu akan menurun drastis saat ujian hari kedua usai. Memasuki minggu pertama blok berikutnya, semua masih normal,minggu kedua, masih normal. Minggu ketiga akan ada sedikit peningkatan karena biasanya ada ujian skills lab. Belum lagi fluktuasi kecil-kecilan 2 kali seminggu dengan adanya tutorial (tergantung tutornya siapa juga sih sebenarnya...). Lalu minggu keempat, mulai ngumpulin bahan kuliah, minggu kelima, mingu keenam, kadar kortisol dan adrenalin itu akan meningkat kembali.
Apalagi bagi mahasiswa yang benar-benar SO alias study oriented, dan juga tidak rajin berolahraga. mereka hanya berkutat dengan buku dan tak tau dunia luar. Kalau yang berorganisasi, mereka masih punya kegiatan lain sebagai pengalihan dari rutinitas selama bertahun-tahun tersebut. Bagi yang tak berolahraga, elastisitas pembuluh darah mereka pun akan sangat berkurang dan akan sangat berisiko untuk terjadi aterosklerosis. Jadi, kalaupun kita pintar dan memperoleh nilai tinggi, apa gunanya kalau nanti di usia 40 tahun kita sudah terdiagnosa sakit jantung, DM, atau penyakit-penyakit degeneratif lainnya??
duh, sudah mulai aneh-aneh tulisanku. Intinya, aku ingin semua mahasiswa fk, khususnya fk unand, sehat fisik juga psikis. Karena kita yang akan diberikan amanah menyehatkan orang-orang sekitar kita nanti (insyaAllah). Untuk itu, kita harus lebih dahulu menyehatkan diri kita bukan??
ayo rajin olahraga, minimal 3 kali seminggu, @ lebih kuang 30 menit. Ikut aja main badminton bersamaku dan beberapa teman lain setiap minggu, yang cowok juga main kok...(tp beda jadwal tentunya dengan cewek)