Pages

Saturday, January 30, 2010

BERPISAH

Aku baru tahu bahwa sebuah kelompok itu ada rolling nya. Begitu, katanya keputusan para petinggi kampus. Awalnya aku kira yang diganti-ganti cuma Kakaknya, ternyata aku sampai pada kenyataan bahwa teman-temannya pun harus diganti.

Sedih, sangat. Sekian lama bersama.
Walau pertemuan kami akhir-akhir ini tidak rutin setiap minggu, tapi kebersamaan kami selalu memberi kekuatan yang berbeda setiap kami bertemu bukan dalam lingkaran itu.

Dipecah.
Ada yang masih bersama, ada yang berpisah.
Tak kusangka kenyataan ini datang tiba-tiba, tanpa kami duga sebelumnya.


Namun, kuatkan hati. Ini adalah bagian dari tarbiyah itu sendiri.
Semoga tetap saling menguatkan.







Yah, Semoga


komitmen itu bukan tanpa alasan
terdengar aneh, dan tak diterima sebagian orang
tapi sungguh aku ingin menjaga diri
bahkan seharusnya lebih lagi
namun kini baru sebatas ini

komitmen itu bukan tanpa alasan
entah mereka tahu terkadang berat menjalankannya
tetap masih ingin berceritera lebih banyak
tapi seharusnya 'ceritera' itu pun tak ada
apalagi canda tawa
yang disadari atau tidak, sebagian besar merasuk dalam di dasar jiwa

komitmen itu bukan tanpa alasan
karena aku tak inginkan yang biasa
aku percaya Firman Allah dalam An Nur 26
semua akan ada balasannya
suatu hari di ujung jalan

komitmen itu bukan tanpa alasan
heran kenapa aku dulu terjerumus ke lingkungan ini
padahal mereka yang di luar sana bahagia
bahagia..apa benar begitu?
namun kuyakini aku kan lebih bahagia
bahagia yang lebih besar karena berhasil melewati jalan terjal
bukan jalan datar yang membosankan

komitmen itu bukan tanpa alasan
sungguh aku adalah makhluk yang sangat mudah cemburu
dan terluka
melihat kedekatan dan kecairannya dengan sesiapa
namun kembali kuyakinkan hati ini
akan ada saatnya nanti
masih banyak kemungkinan lain


dan saat kuyakini komitmen ini tak ada yang salah padanya, akan kugenggam
dan nanti akan kulepas di saat pembuktian, dan merasa komitmen itu tak perlu kujalankan lagi

insyaAllah




Thursday, January 28, 2010

Positive Thinking


Namaku Arden. Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?". Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ...

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang".

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. "

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu teman baikmu datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami hari ini."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. "

"Untuk itu, sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Sayang, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. "

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya kembali.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari dan membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".







sumber: sebuah group

Wednesday, January 27, 2010

FSKI 2009, Thank You...

FSKI 2009 telah memberiku banyak hal. Baik diriku sebagai bagian dari Biro Kestari, Presidium, juga seorang Emilia Nissa Khairani.
  1. sekre, bukan sekre baru sih..tapi bisa disebut pengkondisiannya yang baru. Banyak inventaris tambahan dari tahun lalu, dan terutama adalah komputer. Sekre jadi rumah kedua bagi aku dan teman-teman seperti Ayu, Silvia, Fristawan, Dian, Resti, dll.. Apalagi sejak dibukanya 'kantin kejujuran' danus di sekre. Dulu karena kuliah masih di GH dan PSIKM, hampir setiap pergantian jam kuliah atau selesai kuliah kami ke sekre. Tapi sejak kuliah di aula (pasca gempa) jadi agak jarang ke sekre
  2. jalan-jalan. Jadi presidium ataupun pengurus FSKI membuatku beberapa kali jalan-jalan, baik lokal, interlokal, maupun SLI,, eh bukan, lokal, antarkota, ataupun antarnegara. Aku serasa sudah dewasa karena tempat hang out aku pada hari Minggu adalah menghadiri walimah seseorang bersama presidium yang lain. Walimahnya ada yang di Padang (walimah dr. Benny Indra), Bukittinggi (Kak Yati), dan Solok (Ni Ul dan Bang Hasdi). Aku juga berkesempatan berangkat ke luar negeri untuk pertama kalinya (meski hanya ke negara jiran, Malaysia), dengan biaya yang aku dan teman-teman perjuangkan sendiri. Aku mengikuti sebuah acara kelas dunia "FIMA International Medical Student Camp" di Langkawi, Malaysia selama satu minggu. Disana aku bertemu teman-teman muslimin-muslimat dari berbagai penjuru dunia. Setelah seminggu disana, aku lalu ke Kuala Lumpur dan berliburan disana selama 5 hari, mengunjungi tempat-tempat indah dan mengasyikkan. Juga di akhir kepengurusan, ada proker KPSDM yang membawa kami jalan-jalan ke Puncak Lawang, Bayur, dan Pantai Tiku. Meski dari sana aku membawa pulang oleh-oleh jari fraktur
  3. sepaket kue, snacks, dan roti hadiah juara 1 lomba minuman segar antar departemen dan biro FSKI dalam acara Cucumber (Kyumpul-kyumpul Bareng)-nya DIA FSKI. Waktu itu kami membuat minuman timun+sirup melon+natadeCoco+selasih. Mungkin biasa aja sepertinya. Tapi aku rasa kami menang dalam hal penyajian untuk juri. Kami memakai gelas tinggi yang pinggir gelasnya ditaburi gula pasir, dan salah satu sisinya diselipkan kurma. Hhe...untung ada kurma yang tersisa di rumah waktu itu...
  4. dojo MusKe' (hho..namanya belum resmi nih), yaitu Dojo Muslimah Kedokteran. Sebenarnya ini adalah club bentukan DIA FSKI untuk memfasilitasi muslimah-muslimah FK yang ingin belajar bela diri. Jadwalnya Senin, Rabu dan Sabtu di lapangan anatomi. Meski gerimis, hujan, kami tetap latihan. Senpainya lucu banget, bisa fleksibel kapan mau serius dan kapan mau bercanda. Osh Senpai!!!
  5. 2 buah notebook (bukan laptop loh..tp benaran notebook, buku catatan). Terhitung aku mengikuti TO Blok nya IMC sebanyak 3 kali di kepengurusan ini. TO pertama yang aku ikuti dimenangkan oleh Vira, dan aku mendapat peringkat ketiga. TO kedua yang aku ikuti adalah TO Blok 19 (Blok Indera Khusus), dan alhamdulillah aku peringkat pertama. TO ketiga yang aku ikuti sewaktu Blok 20 (Blok Kesehatan Keluarga), alhamdulillah juga peringkat pertama. Hadiahnya dua-duanya notebook yang sama. Yang pertama berwarna hijau, dan sudah aku gunakan untuk agenda harianku. Nah, waktu yang kedua, kebetulan Ayu juga peringkat pertama dalam TO Blok 14 (Blok Neuropsikiatri). Kami diberikan hadiah bersamaan. Lalu Ayu memilih salah satu, dan ternyata berwarna hijau, sedangkan yang untukku berwarna merah.. Hho..kebetulan yang bagus..kalo nggak kan punyaku jadi warna hijau dua-duanya..
  6. ilmu, saudara, ukhuwah. Inilah yang terpenting, tak ternilai. Begitu banyak daurah dan majelis-majelis ilmu yang disajikan FSKI. Sepanjang perjalanan ini aku bertemu orang-orang luar biasa, dengan ukhuwah yang juga indah. InsyaAllah, kita akan jaga ukhuwah ini selalu. Uhibukuma fillah ikhwatifillah...

Kini dengarkanlah
dendangan lagu tanda ingatanku...kepadamu teman
agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Tak kan kulupa walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa.....

Sunday, January 3, 2010

Bingkai Kehidupan (Shoutul Harokah)



Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan ﷲﺍ,
Kan menjadi saksi pengorbanan

Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Qur?anu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
Al Mautu fi sabilillah, asma amanina

ﷲﺍ adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alqur?an pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan ﷲﺍ adalah,
Cita-cita kami tertinggi

Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan ﷲﺍ,
Kan menjadi saksi pengorbanan

Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Qur?anu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
AlMautu fi sabilillah, asma amanina

ﷲﺍ adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alqur?an pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan ﷲﺍ adalah,
Cita-cita kami tertinggi
Cita-cita kami tertinggi